Sekolah Rakyat Capai Ratusan Titik, Pengawasan Operasional Terus Diperkuat

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menginstruksikan seluruh kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia untuk meningkatkan pengawasan operasional secara ekstra.

Instruksi tersebut mencakup aspek kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, hingga pengelolaan administrasi dan keuangan sekolah.

banner 336x280

Arahan itu disampaikan Gus Ipul bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam rapat virtual bersama para kepala Sekolah Rakyat dari Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.

“Saya mengajak para kepala sekolah naik level cara berpikirnya. Karena Bapak-Ibu sekalian ini bukan hanya sekadar kepala sekolah biasa, tapi adalah kepala sekolah istimewa,” kata Gus Ipul.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan terus berkembang dengan jumlah siswa yang meningkat setiap tahun.

Tahun ini, Sekolah Rakyat diproyeksikan menampung sekitar 45 ribu siswa, dan jumlah itu diperkirakan melonjak menjadi 150 ribu siswa pada tahun berikutnya seiring pembangunan gedung permanen.

Khusus bagi sekolah yang telah menempati gedung permanen, Gus Ipul meminta kepala sekolah tidak menyerahkan urusan perawatan hanya kepada petugas tertentu.

Guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan perlu dilibatkan untuk menjaga fasilitas bersama.

“Bagi yang sudah berada di gedung permanen ini saya harapkan Bapak-Ibu sekalian cermat, teliti, dan sekaligus secara terus-menerus melakukan pengawasan. Gerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki di sana,” ujarnya.

Gus Ipul juga mengenalkan gerakan “Lisa Bunga”, singkatan dari Lihat Sampah, Ambil, dan Buang pada Tempatnya, sebagai langkah sederhana membangun kebiasaan merawat lingkungan sekolah.

Gerakan tersebut, kata dia, harus dimotori langsung oleh kepala sekolah sebagai teladan bagi warga sekolah lainnya.

Perhatian khusus turut diberikan pada kebersihan toilet. Pada tahap awal, kepala sekolah diminta mengecek toilet siswa minimal dua kali sehari, baik di asrama maupun area sekolah, dengan memperhatikan ketersediaan air.

“Kata kunci kita untuk menentukan kebersihan yang pertama-tama adalah toilet kita. Kalau toiletnya sudah bersih, insya Allah tempat tidurnya akan lebih bersih, dapur kita akan lebih bersih, kelas-kelas kita akan lebih bersih,” katanya.

Pengawasan juga diminta menyentuh pemasangan fasilitas tambahan seperti AC, CCTV, kabel, dan saluran pembuangan air agar dikerjakan secara rapi dan terencana, bukan sekadar cepat terpasang.

Di sisi lain, Gus Ipul menekankan pentingnya tata kelola administrasi dan keuangan yang bersih sejak dini.

“Usahakan tata kelola keuangan kita itu benar-benar diterapkan dengan baik. Jangan ada penyimpangan, jangan ada penyelewengan,” tegasnya, seraya meminta kepala sekolah menjadi teladan agar budaya korupsi tidak berkembang di lingkungan Sekolah Rakyat.

Dari sisi capaian, pemerintah telah berhasil membangun 93 Sekolah Rakyat permanen dalam waktu kurang dari satu tahun.

Ditambah sekolah rintisan yang masih aktif, total Sekolah Rakyat yang kini beroperasi mencapai 182 titik.

Pemerintah menargetkan setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat agar semakin banyak anak dari keluarga tidak mampu memperoleh akses pendidikan layak.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.