Dua Tahun Pragib, Guru Besar UI Apresiasi Ketahanan Ekonomi dan Program Prioritas

oleh -1 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, ketahanan ekonomi nasional menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika global. Berbagai program prioritas pemerintah juga membuka peluang untuk memperkuat aktivitas ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pemerataan pembangunan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Telisa Aulia Falianty, menilai perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi yang tetap berada di atas 5 persen, inflasi yang relatif terkendali, serta tren penurunan pengangguran dan kemiskinan menjadi indikator positif bagi keberlanjutan pembangunan nasional.

banner 336x280

“Secara makro, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan global. Pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen, inflasi relatif terkendali, serta tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan menunjukkan tren penurunan,” ujar Telisa.

Menurutnya, penguatan investasi swasta, konsumsi rumah tangga, dan ekspor dapat semakin melengkapi peran belanja pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan. Dengan demikian, perekonomian nasional berpeluang tumbuh lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Telisa juga menilai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan pembangunan tiga juta rumah, memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja. Pelibatan UMKM dan penggunaan produk dalam negeri akan memperluas manfaat program hingga ke tingkat masyarakat dan daerah.

“Keberhasilan program pemerintah seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah penerima manfaat atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi juga berdasarkan dampak nyata (outcome) terhadap masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pengukuran dampak melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, penguatan daya beli, dan penurunan ketimpangan dapat membantu memastikan program pemerintah memberikan manfaat yang semakin luas.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan, Telisa menekankan pentingnya penguatan lapangan kerja formal yang layak melalui industrialisasi dan hilirisasi. Peningkatan keterampilan tenaga kerja, perluasan kesempatan magang, serta adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan juga menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi muda menghadapi kebutuhan industri.

Menurut Telisa, kolaborasi pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi kunci untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan berbasis data. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga momentum pembangunan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.