Pemerintah Perkuat Penyuluhan dan Distribusi MBG untuk Wujudkan Keluarga Sehat Nasional

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: Ni’ma Kumalasari )*

Upaya pemerintah dalam memperkuat fondasi kesehatan keluarga kembali menunjukkan langkah yang konsisten dan terarah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini menjadi salah satu prioritas nasional, tidak hanya dirancang sebagai intervensi nutrisi jangka pendek, tetapi juga sebagai strategi komprehensif untuk memperbaiki status gizi keluarga Indonesia secara menyeluruh. Keseriusan ini terlihat dari komitmen lintas kementerian dan lembaga, terutama dalam aspek penyuluhan dan distribusi yang dinilai menjadi kunci keberhasilan program.

banner 336x280

Para penyuluh KB, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) memainkan peran strategis dalam memastikan bantuan MBG tersalurkan secara tepat sasaran. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang juga Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan kelompok petugas ini merupakan garda terdepan yang memastikan distribusi makanan bergizi sampai langsung ke rumah-rumah keluarga penerima manfaat. Dedikasi mereka membuat program berjalan lebih efektif, terutama bagi kelompok ibu hamil, menyusui, dan keluarga non-PAUD yang membutuhkan pendampingan intensif.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras para penyuluh dan TPK tersebut, pemerintahan Presiden Prabowo memberikan dukungan berupa fasilitas sepeda motor. Fasilitas ini dinilai menjadi apresiasi nyata sekaligus dorongan agar para petugas dapat bergerak lebih cepat dan efisien dalam mendistribusikan makanan bergizi. Bantuan ini dinilai sebagai investasi penting bagi kelancaran program, terutama karena medan tugas para penyuluh kerap menuntut mobilitas tinggi, mulai dari wilayah perkotaan hingga pedesaan terpencil. Sepeda motor listrik menjadi opsi yang dipertimbangkan pemerintah karena mendukung kemudahan operasional sekaligus ramah lingkungan.

Peningkatan peran penyuluh ini tidak hanya sebatas distribusi fisik, tetapi juga mencakup edukasi gizi yang bersifat jangka panjang. Di sinilah pemerintah menempatkan penyuluh sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan pemahaman masyarakat di tingkat rumah tangga. Program MBG diposisikan bukan sekadar pelayanan gizi, tetapi bagian dari gerakan perubahan perilaku keluarga menuju pola hidup sehat dan teratur.

Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa layanan gizi bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) merupakan salah satu fondasi terpenting dalam upaya pencegahan stunting. Intervensi gizi yang tepat pada kelompok ini terbukti efektif memperkuat tumbuh kembang anak sejak awal kehidupan. Edukasi gizi bagi ibu hamil juga menjadi fokus, terutama menyangkut masa kehamilan 24 minggu yang dinilai sebagai periode krusial pembentukan sistem saraf janin. Pengetahuan ini perlu disampaikan secara konsisten agar keluarga memahami bahwa kualitas nutrisi tidak bisa ditawar pada fase awal kehidupan.

Selain itu peran ayah sangat penting dalam proses pengasuhan. Keterlibatan ayah dianggap memiliki dampak signifikan, baik dalam aspek kesehatan mental ibu maupun tumbuh kembang anak. Ketika ayah hadir secara aktif, proses menyusui dapat berjalan lebih lancar dan ibu merasakan dukungan emosional yang kuat. Pola ini dinilai memberi dampak positif jangka panjang, termasuk pada perkembangan sosial-emosional anak. Pemerintah pun terus memperkuat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai upaya mendorong pembagian peran yang lebih seimbang dalam keluarga. Dengan demikian, keberhasilan program gizi seperti MBG bukan hanya ditentukan oleh intervensi pemerintah, tetapi juga oleh kolaborasi internal keluarga itu sendiri.

Di sektor pendidikan, terutama pada madrasah, Kementerian Agama turut memainkan peran penting dalam menyukseskan program MBG. Kepala Pusbangkom SD-PK Kemenag, Matsuki, menilai bahwa strategi digital menjadi langkah krusial untuk memastikan pemerataan kualitas edukasi gizi bagi siswa. Melalui platform MOOC Pintar, Kemenag meluncurkan pelatihan daring masif yang memungkinkan seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah mengakses materi pelatihan tanpa hambatan geografis. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat pemahaman mengenai gizi seimbang, gaya hidup sehat, dan penerapan program MBG dalam lingkungan pendidikan.

Pemanfaatan teknologi digital disebut Matsuki sebagai terobosan penting, terutama karena MOOC Pintar memiliki jangkauan luas dan mampu menjawab kendala akses pelatihan yang selama ini menjadi tantangan di banyak daerah. Melalui sistem ini, proses pendidikan gizi dapat dilakukan secara lebih terstruktur, berkelanjutan, dan bebas dari batasan ruang dan waktu. Hal ini selaras dengan tuntutan percepatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi siswa madrasah yang merupakan bagian dari generasi muda penerus bangsa.

Matsuki juga menekankan bahwa integrasi edukasi gizi ke dalam kurikulum tidak boleh hanya bersifat seremonial. Edukasi tersebut harus menjadi kebiasaan yang terinternalisasi dalam keseharian siswa, sehingga perubahan perilaku dapat berlangsung konsisten. Dengan sistem digital yang mudah diakses, penyebaran materi dapat berlangsung lebih merata dan lebih cepat, memberikan kesempatan bagi seluruh insan madrasah untuk memahami pentingnya gizi dalam proses tumbuh kembang mereka.

Melihat seluruh upaya lintas sektor ini, jelas bahwa pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat implementasi MBG. Baik melalui peningkatan kapasitas penyuluh, penguatan peran keluarga, maupun digitalisasi pelatihan di sektor pendidikan, seluruh langkah ini menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan makanan, tetapi strategi besar untuk membangun keluarga Indonesia yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih sejahtera.

Pada akhirnya, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi seluruh elemen masyarakat. Dengan mendukung penyuluhan, memastikan distribusi berjalan lancar, dan menerapkan edukasi gizi dalam keluarga, masyarakat turut berperan aktif dalam membangun generasi mendatang yang terbebas dari stunting. Untuk itu, penting bagi kita semua untuk terus mendukung program MBG sebagai bagian dari gerakan nasional menciptakan keluarga sehat dan masa depan bangsa yang lebih cerah.

)* Pemerhati Kebijakan Publik dan Kesejahteraan Sosial

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.