Analis Kebijakan Kemenkes: Program MBG, Upaya Intervensi Pemerintah Untuk Penuhi Gizi Masyarakat

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta, Integrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan potensi pangan lokal dan inisiatif strategis pemerintah seperti, Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan langkah krusial untuk menjamin keberlanjutan fiskal MBG.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin mengatakan integrasi ini menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Dengan mengandalkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal, MBG tidak hanya memastikan pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap melalui sinergi kebijakan yang lebih efisien

banner 336x280

“MBG ini suatu ide yang revolusioner dan mampu mendorong ekonomi nasional, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi. Perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui potensi dampak maksimal dari program MBG ini kedepannya,” kata dia.

Wijayanto menambahkan, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil akan menjamin keberlanjutan jalannya program ini.

“Apabila implementasi di tingkat lokal mampu dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget, tingkat kesuksesan program untuk mencapai hasil yang diinginkan bisa lebih terpenuhi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan, Agus Triwinarto bahwa desain program MBG yang telah menyasar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari memang merupakan upaya intervensi pemerintah untuk memenuhi gizi masyarakat.

“Guna mewujudkan generasi emas Indonesia 2045, sekaligus menurunkan prevalensi stunting, sasaran diperluas dari yang awalnya siswa sekolah, ke ibu hamil, menyusui, dan bayi di bawah dua tahun,” ucap Agus.

Kombinasi antara implementasi pengawasan keamanan pangan, higienitas, keragaman pangan lokal yang bernutrisi, juga ketepatan sasaran program diyakini akan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

“Dengan peningkatan keragaman pangan lokal, dan penjaminan keamanan pangan dan makanan higienis, MBG yang diberikan memang akan sesuai dengan kecukupan gizi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini menyampaikan, untuk intervensi spesifik, utamanya dalam upaya mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, ada tiga sasaran pokok yaitu, remaja putri, ibu hamil, dan balita.

“Harapannya melalui MBG ini, intervensi gizinya akan menggantikan satu kali porsi makan yang berkualitas. Didukung dengan MBG yang kaya protein hewani, program intervensi gizi ini bisa saling melengkapi,” terang dia.

Yuni juga berharap program ini tidak sekadar pemenuhan janji politik Presiden, namun juga menjadi program unggulan yang berdampak untuk membangun generasi emas Indonesia 2045 mendatang

“Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada keberanian pemerintah untuk melakukan evaluasi tata kelola hingga di tingkat implementasi,” pungkas Yuni.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.