JAKARTA – Akses siswa Indonesia menuju perguruan tinggi kelas dunia mulai mendapat jalur yang semakin terarah melalui pengembangan Sekolah Garuda, program pemerintah yang menyiapkan talenta unggul dengan standar pendidikan bertaraf internasional. Program ini dirancang membuka kesempatan lebih luas bagi siswa berprestasi untuk memperoleh pendidikan berstandar internasional sekaligus melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di dunia.
Sekolah Garuda tidak hanya diarahkan menjadi sekolah unggulan, tetapi juga jembatan yang menghubungkan talenta muda Indonesia dengan ekosistem pendidikan global. Pemerintah menargetkan pengembangan 100 Sekolah Unggul Garuda pada 2029. Hingga 2026, sebanyak 51 pusat pendidikan telah masuk dalam program, terdiri atas 47 sekolah transformasi dan empat sekolah baru yang tersebar di 20 provinsi dan 39 kabupaten/kota.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan salah satu tujuan utama program tersebut adalah membuka peluang bagi siswa Indonesia menembus universitas kelas dunia.
“Kita berharap dengan program ini, nanti banyak anak-anak kita bisa masuk ke sekolah terbaik di dunia, Harvard, MIT, Oxford, dan sebagainya,” kata Prabowo.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya mengejar perluasan akses pendidikan, tetapi juga ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di tingkat internasional. Standar pembelajaran, pembinaan talenta, serta penguatan kemampuan akademik menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi global.
Salah satu pionir Sekolah Garuda Transformasi adalah SMA Pradita Dirgantara. Kepala SMA Pradita Dirgantara M. Ridwan Aziz mengatakan penguatan sumber daya sekolah dapat semakin mengoptimalkan potensi siswa.
“Potensi yang sudah besar, dikelola, dididik dengan sumber daya terbaik juga, maka mereka akan lebih unggul lagi. Sehingga harapan kita di 2045 Indonesia benar-benar bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” ujar Aziz.
Pengembangan kemampuan siswa juga diperkuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan keterlibatan PTN penting untuk membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Kami dengan penuh kerendahan hati menitipkan kader-kader bangsa terbaik, adik-adik untuk dapat dibina, untuk dapat dibentuk karakternya. Kami berharap pendampingan ini akan membangun ekosistem yang unggul,” kata Brian.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah PTN untuk mendukung pembinaan siswa dan guru. Dengan semakin luasnya jaringan Sekolah Garuda dan mitra pendidikan tinggi, pemerintah membuka jalur yang lebih terstruktur bagi talenta muda Indonesia menuju panggung akademik global.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan pengembangan Sekolah Garuda menunjukkan upaya membangun fondasi sumber daya manusia yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga siap membawa nama Indonesia bersaing di universitas dan lingkungan profesional kelas dunia.












