Ekonomi RI Tumbuh Positif, Daya Tahan Nasional Makin Kuat

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Ketahanan ekonomi nasional dinilai semakin solid di tengah tekanan ekonomi global yang masih tinggi, ditopang oleh pertumbuhan yang stabil pada semester I 2026 dan derasnya realisasi investasi ke berbagai sektor.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh kuat meski dibayangi kenaikan harga energi, suku bunga global yang tinggi, tekanan nilai tukar, dan ketegangan geopolitik.

banner 336x280

“Ekonomi kita pada semester pertama tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,” kata Prabowo.

Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,61 persen pada kuartal I-2026 dan sekitar 5,45 persen pada semester I-2026, dengan proyeksi pemerintah menuju kisaran 6 persen sepanjang tahun.

Realisasi investasi pada periode yang sama mencapai sekitar Rp1.010,6 triliun dan menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung, termasuk investasi hilirisasi senilai Rp300,1 triliun.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan penguatan fondasi ekonomi nasional turut didorong oleh peningkatan produktivitas, hilirisasi sumber daya alam, serta pengembangan ekosistem industri yang menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

“Pada semester pertama tahun ini, Indonesia tumbuh sebesar 5,5 persen, dan inflasi kita juga tetap rendah, yakni 2,88 persen. Dan menurut saya, ketahanan tersebut terus meningkat di tengah pergeseran ekonomi global,” ujar Airlangga

Airlangga menambahkan investasi pada semester I-2026 tumbuh sekitar 7,2 persen secara tahunan, sementara sekitar 25 juta usaha mikro dan kecil kini terintegrasi dalam ekosistem digital, didukung program Kredit Usaha Rakyat yang menjangkau 4,6 juta debitur.

Pemerintah menyatakan berbagai capaian tersebut akan terus diperkuat melalui agenda transformasi ekonomi, termasuk pengembangan pusat keuangan internasional, energi surya hingga 100 gigawatt, dan penguatan struktur industri nasional, agar pertumbuhan yang dicapai dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, juga menambahkan bahwa kekuatan pasar domestik menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan industri nasional.

“Ketahanan ekonomi Indonesia juga ditopang oleh kekuatan pasar domestik yang memberikan basis permintaan bagi industri nasional. Dengan konsumsi domestik yang mencapai sekitar 54–55 persen dari perekonomian, Indonesia memiliki ruang yang besar untuk memperkuat kapasitas produksi, memperluas rantai pasok, dan meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri. Hal ini penting agar kekuatan pasar domestik tidak hanya menjadi penopang pertumbuhan, tetapi juga mendorong penguatan struktur industri nasional,” imbuh Haryo.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.