Papua- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, mengatakan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi penting bagi masa depan anak-anak Papua, terutama dalam mendukung pertumbuhan dan kemampuan belajar mereka.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan gratis, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi Papua yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing dengan anak-anak dari seluruh Indonesia,” ujar Billy.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan secara nasional mencapai 7,8 persen. Sementara itu, Papua Tengah tercatat sebesar 32,30 persen, Papua Pegunungan 28,72 persen, dan Papua Selatan 27,51 persen. Data tersebut menunjukkan pentingnya perluasan akses pangan bergizi bagi masyarakat Papua.
Billy mengapresiasi komitmen pemerintah dalam memperluas program MBG. Hingga akhir Agustus 2026, program ini dilaporkan telah menjangkau sekitar 57 juta penerima manfaat secara nasional. Di Papua, pemerintah juga menyiapkan pengembangan 2.500 dapur pelayanan gizi, termasuk sekitar 1.400 dapur untuk wilayah terpencil. Pada awal Oktober 2026, sebanyak 13 dapur pelayanan gizi tambahan diluncurkan di Provinsi Papua.
Menurut Billy, MBG juga berpotensi mendorong perekonomian lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Anak yang mendapatkan gizi cukup memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh sehat, berkonsentrasi di sekolah, dan mengembangkan kemampuan belajarnya,” katanya.
Billy berharap program MBG terus diperluas hingga menjangkau kampung-kampung terpencil di Papua dengan memperhatikan kualitas makanan, keamanan pangan, dan kelancaran distribusi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas generasi mudanya.
“Anak-anak Papua berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju. Papua sehat, Papua cerdas, Indonesia kuat,” tutup Billy.













