Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama dalam memastikan bantuan logistik dapat segera diterima masyarakat terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan melalui berbagai jalur, baik darat maupun udara, untuk menjangkau wilayah yang mengalami dampak berat dan sulit diakses.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di NTT dipastikan tersalur secara cepat dan merata hingga ke wilayah yang mengalami dampak berat dan sulit dijangkau.
“Kabupaten Manggarai ini adalah kabupaten yang terberat pascagempanya. Ini yang kita hadir ke sini. Ada lagi satu kecamatan Reok, itu informasinya juga yang lebih berat ya, Reok. Tapi kita sudah berhasil masuk ke sana. Tadi untuk logistik di bawah Pangdam, itu sudah bisa masuk ke Reok,” jelas Suharyanto.
Suharyanto juga menyampaikan bahwa posko pendampingan nasional telah dibangun dan beroperasi untuk menghimpun kebutuhan sekaligus mendukung penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Untuk posko-posko bantuan, ini sudah terbentuk. Posko nasionalnya ada di Halim. Di sana menghimpun semua kebutuhan logistik yang diperlukan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat penyaluran bantuan melalui jalur darat dan udara. Sebanyak empat helikopter TNI dan dua pesawat BNPB disiagakan di Labuan Bajo, sementara akses jalan yang sebelumnya terdampak longsor telah kembali dapat dilalui sehingga distribusi logistik ke wilayah terdampak dapat dipercepat.
“Kemudian jalan-jalan, informasi dari Menteri PU sudah temu semua. Tidak ada lagi yang tertutup longsor sehingga tidak bisa jalan,” sambung Suharyanto.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya mengatakan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa NTT disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Logistik yang dikirim mencakup makanan siap saji, air minum, sembako, obat-obatan, peralatan kesehatan, tenda, dan air bersih.
“Di hari kedua penanganan bencana, tambahan 25 ton logistik telah tiba. Dengan demikian, total 52 ton logistik telah dikirimkan untuk membantu masyarakat terdampak,” ujar Teddy.
Pemerintah mendistribusikan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak melalui berbagai moda transportasi. Pengiriman dilakukan menggunakan kendaraan darat, pesawat, dan helikopter untuk memastikan bantuan dapat menjangkau daerah yang membutuhkan.
“Seluruh bantuan selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo,” jelas Teddy.
Percepatan distribusi logistik dan pemulihan akses menjadi bagian penting dalam penanganan masa tanggap darurat. Pemerintah memastikan koordinasi antarlembaga terus diperkuat agar bantuan dapat tersalurkan secara cepat, merata, dan tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT. (*)











