Pemerintah Terus Gencarkan Sosialisasi Pola Makan Sehat melalui Program MBG

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia terus memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat melalui sosialisasi intensif Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diyakini mampu menjadi fondasi bagi generasi sehat dan unggul, seiring komitmen untuk mewujudkan ketahanan gizi nasional dan pembangunan sumber daya manusia.

Dalam beberapa pekan terakhir, sosialisasi MBG kembali digelar di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Bandung, di mana masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan pola makan sehat sejak usia dini.

banner 336x280

Menurut anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, upaya ini menjadi langkah penting dalam memerangi gaya hidup tidak sehat yang semakin marak.

“Kebiasaan makan sehat harus dibentuk sejak dini di lingkungan keluarga, karena pola konsumsi harian sangat menentukan kesehatan dan masa depan anak,” ujar Netty.

Ia menegaskan perlunya meluruskan anggapan bahwa makanan bergizi identik dengan biaya tinggi, sebab banyak bahan pangan lokal yang sebenarnya bernutrisi baik dan tetap terjangkau bila diolah secara tepat.

Sementara itu, Ahmad Heryawan dari Komisi II DPR RI menyatakan bahwa MBG bukan sekadar program biasa, melainkan bagian dari strategi nasional jangka panjang.

“Intervensi gizi pada masa pertumbuhan sangat menentukan kualitas sumber daya manusia, sehingga Program MBG menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” kata Ahmad.

Dari sisi pelaksana, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Teguh Suparngadi, menegaskan bahwa MBG disusun dengan prinsip ketat: pemenuhan energi, keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan. Semua menu yang disediakan telah dirancang sesuai kebutuhan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dan terus dievaluasi untuk menjamin kualitas dan manfaat maksimal.

“Program MBG berfungsi memastikan pemenuhan gizi seimbang secara aman dan berkualitas, agar kita dapat melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju 2045,” tutur Teguh.

Dukungan terhadap MBG semakin kuat di berbagai daerah. Misalnya, di Desa Tejakula, Buleleng, sosialisasi bagi warga digelar baru-baru ini, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan program hingga ke pelosok negeri. Menurut panitia, sosialisasi tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan pemahaman tentang asupan gizi sejak dini untuk tumbuh kembang optimal, terutama pada balita, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Data dari lembaga independen menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat Indonesia saat ini masih jauh dari rekomendasi gizi seimbang, dikarenakan sebagian besar rumah tangga terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta kurang mengonsumsi buah, sayuran, kacang-kacangan, atau sumber protein nabati. Kondisi ini meningkatkan urgensi program seperti MBG untuk memastikan bahwa asupan gizi yang baik bukan hanya milik kalangan tertentu, tetapi bisa diakses luas, tanpa bergantung pada kemampuan ekonomi rumah tangga.

Pemerintah, melalui MBG, menunjukkan bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari hak dan tanggung jawab bersama. Dengan terus menggencarkan edukasi dan layanan, termasuk penyediaan makanan bergizi di sekolah, bagi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, diharapkan Indonesia semakin dekat pada visi besar “generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing”.

Keberhasilan program ini akan menjadi tonggak penting dalam memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan terbaik untuk tumbuh sehat dan pintar — dan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, melainkan target yang nyata dan bisa dicapai.*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.