Stimulus Lebaran Bawa Dampak Nyata bagi Peningkatan Daya Beli

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA – Perputaran uang selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Nilainya diperkirakan menembus hingga Rp161 triliun dan sebagian besar beredar di daerah tujuan mudik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai wilayah.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut sejalan dengan besarnya mobilitas masyarakat saat Idulfitri. Dari proyeksi 143 juta pemudik atau sekitar 35,9 juta keluarga, peredaran uang diperkirakan mencapai Rp148 triliun, yang sebagian besar bersumber dari tunjangan hari raya.

banner 336x280

“Namun angka perputaran uang ini berpotensi naik, hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” ujar Sarman.

Sarman menilai, peningkatan daya beli ini tidak lepas dari berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah. Mulai dari diskon tiket transportasi sebesar Rp911,16 miliar, pencairan THR bagi ASN, TNI-Polri, pensiunan, hingga pekerja swasta, serta bonus hari raya bagi mitra ojek online dan kurir.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) menilai momentum pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Permintaan domestik disebut menjadi penopang utama pertumbuhan pada awal tahun, terutama dari konsumsi rumah tangga dan investasi.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan yang didukung oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional serta berbagai kebijakan pemerintah.

“Konsumsi rumah tangga meningkat didukung oleh peningkatan permintaan terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional, serta perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan, terutama yang bersumber dari pemberian THR, belanja sosial pemerintah, serta berbagai insentif yang diberikan pemerintah,” ucapnya.

Di sisi lain, ekonom CORE, Yusuf Randy Manilet, menilai pemerintah tetap mampu menjaga efektivitas stimulus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun ruang fiskal yang tersedia lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.

“Kombinasi antara stimulus fiskal dan peningkatan konsumsi musiman diharapkan mampu mengangkat kinerja ekonomi pada awal tahun. Namun, efektivitas stimulus tersebut perlu dilihat secara lebih proporsional,” kata Yusuf.

Yusuf menilai kebijakan yang diambil sudah berada pada jalur yang tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.