Cek Kesehatan Gratis Kini Fokus pada Pengobatan dan Penanganan Berkelanjutan

oleh -22 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan risiko penyakit kronis di masa depan.

Program tersebut kini tidak hanya difokuskan pada deteksi dini, tetapi juga diarahkan pada pengobatan dan penanganan berkelanjutan agar masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih optimal sejak tahap awal pemeriksaan.

banner 336x280

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan program CKG diyakini mampu memberikan dampak besar terhadap sistem kesehatan nasional dalam jangka panjang.

“Kalau ini bisa diatasi masalah-masalah penting seperti ini, pembiayaan kesehatan 5 sampai 10 tahun lagi akan berasa klaim BPJS akan semakin rendah karena masyarakatnya lebih sehat,” kata Dante.

Ia menjelaskan, melalui CKG masyarakat dapat mendeteksi hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes sejak dini sehingga pengobatan bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas.

“Lebih baik diobati di Puskesmas untuk yang kolesterolnya tinggi, untuk yang tensinya tinggi, untuk yang gulanya tinggi, daripada mereka sudah harus kena komplikasi akhirnya harus cuci darah, harus kena stroke, kena jantung,” ujarnya.

Dante optimistis manfaat program akan semakin terlihat dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Menurutnya, angka penyakit jantung, stroke, diabetes, hingga gagal ginjal berpotensi menurun jika pemeriksaan rutin terus dilakukan.

Kementerian Kesehatan juga tengah memperkuat pengembangan program dengan menyiapkan distribusi alat rontgen ke seluruh puskesmas untuk mendukung deteksi tuberkulosis (TBC).

“Nanti kita akan bagi rontgen ke seluruh Puskesmas, supaya Puskesmas bisa ngerontgen dan ketahuan kalau ada TBC-nya apa nggak di CKG,” kata Dante.

Meski demikian, pelaksanaan CKG masih menghadapi tantangan di wilayah terpencil, perbatasan, dan kepulauan. Dante menyebut sejumlah daerah di Sulawesi dan Papua masih sulit dijangkau karena keterbatasan akses transportasi.

Sementara itu, pengamat kebijakan public, Trubus Rahadiansyah, menilai program CKG Sekolah menjadi langkah penting dalam mendukung kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, kondisi kesehatan siswa sangat memengaruhi kemampuan belajar di sekolah.

Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkapkan hasil CKG Sekolah hingga Mei 2026 menunjukkan persoalan kesehatan terbesar siswa masih didominasi gigi berlubang sebesar 41,5 persen, peningkatan tekanan darah 22,1 persen, dan penumpukan kotoran telinga 8,6 persen.

“Melalui program ini, pemerintah tidak hanya menjaga kesehatan siswa. Tetapi juga membangun fondasi SDM yang lebih sehat, produktif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Qodari.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.