Oleh:: Mahmud Sutramitajaya)*
Sektor perumahan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional yang tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya memperkuat sektor ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tampil sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di bidang perumahan dengan komitmen besar mendukung kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp130 triliun. Dukungan strategis ini merupakan bukti nyata kemandirian ekonomi Indonesia yang semakin kuat, berdiri kokoh di atas kaki sendiri tanpa tergantung pada pinjaman luar negeri.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan bahwa kehadiran Danantara dalam pembiayaan sektor perumahan adalah bagian dari kebijakan nasional yang bertujuan memperkuat kemandirian Indonesia. Ia menekankan bahwa tahun ini kementeriannya tidak akan mengambil pinjaman dari luar negeri, suatu langkah yang dianggap sangat rasional dan menjadi simbol kemampuan bangsa ini untuk membangun negeri secara mandiri. Dengan kata lain, dukungan Danantara tidak hanya soal dana, tetapi juga sebuah simbol kemandirian ekonomi yang memupuk semangat nasionalisme dalam pembangunan rumah rakyat.
BPI Danantara, sebagai entitas yang mengelola investasi tersebut, sudah menyatakan kesiapan untuk mendukung Program 3 Juta Rumah. Ini adalah program ambisius pemerintah untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah secara massal. Maruarar menjelaskan bahwa pihaknya tengah merancang skema penyaluran dana sebesar Rp130 triliun agar bisa terserap optimal dalam enam bulan ke depan. Hal ini memerlukan persiapan sumber daya manusia yang tangguh, profesional, dan berintegritas agar pelaksanaan program berjalan dengan efektif dan tepat sasaran.
Dana yang disiapkan Danantara akan difokuskan untuk pembiayaan KUR di sektor perumahan, yang secara teknis masih dalam tahap finalisasi aturan. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dan Danantara dalam memastikan seluruh mekanisme berjalan transparan dan sesuai regulasi sehingga manfaat program ini benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan ini sejatinya merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang sangat menekankan pentingnya pengembangan sektor perumahan tanpa bergantung pada pinjaman luar negeri. Prinsip ini mencerminkan visi kedaulatan ekonomi yang harus diwujudkan dalam setiap program pembangunan nasional. Selain itu, kepercayaan internasional terhadap Danantara pun semakin nyata, seperti terbukti dari adanya minat investasi dari Emir Qatar yang siap bergabung. Ini menjadi contoh bagaimana Danantara mampu menarik perhatian global, sekaligus membuka peluang investasi yang menguntungkan tanpa kehilangan kemandirian.
Di sisi lain, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa gambaran positif mengenai sinergi yang dibangun dengan berbagai bank, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Bank Syariah Indonesia, serta Bank Tabungan Negara (BTN). Komunikasi yang intensif ini bertujuan memastikan pendanaan perumahan dapat tersalur dengan baik hingga akhir tahun, dengan total dana yang diperkirakan mencapai Rp130 triliun. Rosan menekankan bahwa dukungan ini sangat penting karena proyek perumahan tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang mampu memberikan multiplier effect pada sektor lain.
Rosan juga menjelaskan bahwa skema pembiayaan yang disiapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan subsidi bunga yang kompetitif dan proses administrasi yang efisien. Hal ini membuat pembiayaan perumahan menjadi lebih terjangkau dan mempercepat realisasi pembangunan rumah. Selain itu, bank-bank yang terlibat dalam program ini juga merasa yakin karena memiliki jaminan dari rumah yang dibiayai, sehingga risiko pembiayaan dapat diminimalisir.
Keterlibatan Danantara dalam Program 3 Juta Rumah tidak hanya sebatas dana, tetapi juga memberikan kepastian bahwa semua proses berjalan sesuai aturan yang berlaku. Rosan menegaskan bahwa meski Danantara memberikan dukungan penuh, tetap ada kriteria yang harus dipenuhi oleh perbankan agar program ini bisa berjalan optimal dan akuntabel. Ini menjadi bukti komitmen transparansi dan profesionalisme dalam menjalankan proyek pembangunan perumahan rakyat.
Lebih jauh lagi, proyek perumahan rakyat ini juga berperan sebagai stimulan bagi berbagai sektor ekonomi terkait, seperti konstruksi, bahan bangunan, tenaga kerja, dan layanan keuangan. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, di mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Program ini sekaligus menjadi tonggak dalam memperkuat struktur ekonomi nasional yang berbasis pada potensi dan sumber daya dalam negeri.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kemandirian ekonomi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Dengan mendukung pembiayaan sektor perumahan melalui Danantara, Indonesia menunjukkan sikap percaya diri dan optimisme dalam membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera. Ini juga menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah, badan investasi, perbankan, dan masyarakat dapat menghasilkan kemajuan yang nyata.
Danantara hadir sebagai motor ekonomi kerakyatan yang membawa angin segar bagi sektor perumahan di Indonesia. Komitmen kuat untuk mendukung Program 3 Juta Rumah dengan pendanaan sebesar Rp130 triliun adalah wujud nyata dari semangat kemandirian dan kepercayaan diri bangsa. Dukungan ini tidak hanya akan mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, tetapi juga memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Dengan sinergi yang terus dibangun antara pemerintah, Danantara, dan perbankan, masa depan perumahan rakyat di Indonesia tampak semakin cerah dan penuh harapan.
)* Penulis adalah mahasiswa Bandung tinggal di Jakarta












![Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Aman untuk Diplomasi Internasional dan Peluang Bisnis Denpasar - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang aman dan terbuka bagi diplomasi internasional, sekaligus menjadi mitra bisnis yang menjanjikan melalui penyelenggaraan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku bisnis global untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, mengatakan bahwa kehadiran dan kesiapan TNI-Polri dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, terbuka, dan berkomitmen penuh terhadap hubungan internasional yang dinamis dan saling menguntungkan.
Forum ini bukan hanya sekadar pertemuan diplomatik, tetapi juga menyediakan peluang besar bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi kerja sama di berbagai sektor, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan Pembangunan.
“Kami berharap, dengan adanya pengamanan yang baik dan ketat, para peserta forum dapat fokus pada agenda utama mereka, termasuk penjajakan kerja sama bisnis yang lebih mendalam antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” tambah Fadil.
Fadil menegaskan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul selama acara berlangsung.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis menyatakan bahwa personel dan materiil yang dibutuhkan untuk pengamanan sudah siap di lokasi masing-masing.
Dirinya juga pentingnya dukungan masyarakat Bali dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga stabilitas dan keamanan yang diperlukan untuk kesuksesan acara internasional. Hal ini sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama bisnis di masa depan,” jelas Khairil. []](https://sumselexpres.com/wp-content/uploads/2024/08/images-9-1-148x111.jpeg)