JAYAPURA- Dukungan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan arah program-program prioritasnya terus mengalir dari berbagai penjuru Nusantara, termasuk dari Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Dalam kunjungannya ke Jayapura, Bupati Tolikara Willem Wandik, didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda dan Ketua DPRK Meinus Y. Wenda, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Konferensi Api Doa dan Penginjilan Internasional yang digelar 15 Juli 2025 di Jayapura. Bupati Willem Wandik menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen rohani, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi Tolikara.
Kehadiran para pimpinan klasis dan wilayah gereja GIDI dari Toli, Bogo, dan Kembu, serta beberapa denominasi dari distrik lainnya, bertujuan untuk mengikuti Konferensi Hari Doa Internasional (HDN) 2025, ujar Willem Wandik.
Ia menekankan bahwa injil merupakan fondasi awal pembangunan di Tolikara sebelum hadirnya pemerintahan. Karena itu, peran rohani tetap menjadi ujung tombak kemajuan.
Lebih lanjut, Willem Wandik menjelaskan pentingnya kegiatan lintas denominasi ini se-bagai ruang pembekalan hamba Tuhan.
Karena hasil dari injil, generasi Toli dapat mengalami lompatan besar. Mereka akan kembali dengan semangat baru untuk menghidupkan kembali rumah doa dan bukit doa, tambah Willem Wandik.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Yotam Wonda menegaskan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Tolikara merupakan bentuk nyata dari visi-misi kepemimpinan daerah.
Apa yang dilakukan Pemkab Tolikara ini merupakan bagian dari visi-misi kami, yaitu menjadikan Tolikara sebagai kota religius. Setiap kepemimpinan membawa pendekatan khas, namun tetap berlandaskan tujuan bersama membangun masyarakat, pungkas Yotam Wonda.
Di momen penutupan Pleno Konferensi, Mark Beliles, Ph.D., pendiri Global Transfor-mation Network dari Amerika Serikat, turut menyampaikan doa khusus bagi Presiden Prabowo Subianto.
Bapa, aku saat ini berdoa bagi Presiden di negara ini, Bapak Prabowo Subianto, dan untuk jajaran pemerintahan yang ada di bawahnya, tegas Mark Beliles.
Doa serupa juga disampaikan oleh Pdt. Tommy Lengkong, Ketua Umum PGLII. Ia mengajak seluruh jemaat untuk mendoakan keberhasilan program nasional yang kini tengah dijalankan.
Kami berdoa untuk Presiden kami, Presiden Prabowo Subianto, supaya Tuhan mem-berikan hikmat kepada Bapak Presiden. Kami juga berdoa agar program seperti pem-bangunan IKN dan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan dengan baik, tutup Pdt. Tommy Lengkong.
Kesatuan suara dan dukungan spiritual dari wilayah timur Indonesia ini mencerminkan semangat sinergi antara masyarakat, gereja, dan pemerintah demi masa depan bangsa yang lebih adil, makmur, dan sejahtera. (*)
[edRW]












![Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Aman untuk Diplomasi Internasional dan Peluang Bisnis Denpasar - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang aman dan terbuka bagi diplomasi internasional, sekaligus menjadi mitra bisnis yang menjanjikan melalui penyelenggaraan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku bisnis global untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, mengatakan bahwa kehadiran dan kesiapan TNI-Polri dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, terbuka, dan berkomitmen penuh terhadap hubungan internasional yang dinamis dan saling menguntungkan.
Forum ini bukan hanya sekadar pertemuan diplomatik, tetapi juga menyediakan peluang besar bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi kerja sama di berbagai sektor, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan Pembangunan.
“Kami berharap, dengan adanya pengamanan yang baik dan ketat, para peserta forum dapat fokus pada agenda utama mereka, termasuk penjajakan kerja sama bisnis yang lebih mendalam antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” tambah Fadil.
Fadil menegaskan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul selama acara berlangsung.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis menyatakan bahwa personel dan materiil yang dibutuhkan untuk pengamanan sudah siap di lokasi masing-masing.
Dirinya juga pentingnya dukungan masyarakat Bali dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga stabilitas dan keamanan yang diperlukan untuk kesuksesan acara internasional. Hal ini sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama bisnis di masa depan,” jelas Khairil. []](https://sumselexpres.com/wp-content/uploads/2024/08/images-9-1-148x111.jpeg)