Ekonomi Kreatif adalah Mesin Baru Pertumbuhan yang Dimulai dari Daerah

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh : Abdul Razak)*

Peran ekonomi kreatif sebagai penggerak baru pertumbuhan nasional semakin ditegaskan melalui berbagai kebijakan strategis pemerintah. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis potensi daerah, sektor ini diposisikan tidak hanya sebagai pelengkap, melainkan sebagai fondasi baru dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Arah tersebut diperkuat melalui penetapan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 sebagai pedoman jangka panjang.

banner 336x280

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemerintah RI, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif dipandang sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Ia menyampaikan bahwa sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas, memperluas investasi dan ekspor, serta memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia.

Pembangunan ekonomi kreatif diketahui telah sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam kerangka tersebut, penciptaan lapangan kerja berkualitas telah didorong, kewirausahaan telah diperkuat, dan nilai tambah ekonomi telah ditingkatkan melalui pemanfaatan inovasi, teknologi, budaya, serta kekayaan intelektual. Dengan demikian, transformasi ekonomi nasional diarahkan agar lebih adaptif terhadap dinamika global.

Capaian sektor ekonomi kreatif pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang positif. Realisasi investasi sebesar Rp183,01 triliun telah dicatatkan atau mencapai 134 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, nilai ekspor sebesar USD31,94 miliar telah diraih atau setara dengan 120 persen dari target, dengan kontribusi sekitar 12 persen terhadap total ekspor nonmigas. Dari sisi ketenagakerjaan, sebanyak 27,4 juta tenaga kerja telah diserap atau 107 persen dari target, yang sebagian besar didominasi oleh generasi muda dan perempuan.

Untuk memperkuat arah pembangunan, Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rindekraf 2026–2045 telah ditetapkan. Dokumen strategis tersebut mencakup 21 subsektor ekonomi kreatif, empat tahapan implementasi, serta pembagian peran lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa Rindekraf menjadi panduan strategis agar pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Penguatan ekosistem ekonomi kreatif juga telah dilakukan melalui pendekatan kolaborasi heksaheliks yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, serta lembaga keuangan. Sinergi tersebut diyakini mampu mendorong lahirnya lebih banyak karya kreatif yang memiliki nilai tambah tinggi dan daya saing global. Program prioritas turut dikelompokkan ke dalam delapan klaster ASTA EKRAF yang mencakup penguatan data, regulasi, talenta, infrastruktur, kekayaan intelektual, pembiayaan, pemasaran, dan diplomasi ekonomi kreatif.

Di tingkat daerah, penguatan ekonomi kreatif telah diwujudkan melalui berbagai inisiatif konkret. Salah satu contoh terlihat dalam penyelenggaraan Dekranasda Cilegon Fest 2026 yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Cilegon. Kegiatan tersebut telah dijadikan sebagai wadah ekspresi, kreativitas, dan inovasi masyarakat, khususnya dalam bidang seni dan fashion berbasis kearifan lokal.

Plt. Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki peran strategis bagi daerah. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah. Selain itu, ruang promosi bagi pelaku usaha lokal dinilai semakin terbuka, sehingga produk daerah dapat dikenal lebih luas.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Harian Dekranasda Kota Cilegon, Didin S. Maulana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan sektor kriya dan wastra lokal. Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut diharapkan ruang apresiasi bagi para perajin serta desainer lokal dapat semakin berkembang, sekaligus mendorong tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Melalui kegiatan tersebut, promosi produk lokal telah diperkuat sehingga identitas budaya daerah dapat semakin terjaga. Peragaan busana etnik yang ditampilkan juga telah menjadi simbol sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam mengangkat potensi lokal. Partisipasi dari berbagai unsur menunjukkan adanya komitmen bersama dalam mendorong daya saing produk kreatif daerah di pasar nasional maupun global.

Gerakan Bangga Menggunakan Produk Lokal juga terus didorong sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Dengan meningkatnya penggunaan produk lokal, perputaran ekonomi di tingkat daerah dapat ditingkatkan, peluang kerja dapat diperluas, dan ketahanan ekonomi dapat diperkuat secara berkelanjutan.

Ke depan, posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif dunia akan diperkuat melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Forum internasional tersebut diharapkan dapat menghasilkan Jakarta Vision on Creative Economy yang akan diusulkan sebagai bagian dari agenda pembangunan global pasca-Sustainable Development Goals 2030.

Secara keseluruhan, ekonomi kreatif telah menunjukkan potensinya sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah. Melalui kebijakan yang terarah, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan ekosistem yang berkelanjutan, sektor ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal, arah pembangunan ekonomi Indonesia semakin menguat menuju pertumbuhan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

)* Analis Kebijakan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.