Jakarta Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang digaungkan melalui aksi Indonesia Gelap. Narasi ini dinilai tidak mencerminkan kondisi faktual bangsa yang secara umum tetap kondusif di berbagai sektor, baik ekonomi, sosial, maupun stabilitas politik nasional.
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa aksi Indonesia Gelap cenderung bersifat agitasi yang ingin menciptakan kekhawatiran massal dan kekacauan psikologis di tengah masyarakat.
Masyarakat tidak perlu terpancing. Aktivitas ekonomi kita berjalan normal, pusat perbelanjaan ramai, dan daya beli masyarakat tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa situasi nasional aman dan terkendali, ujar Hasan.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Nunukan, Ramadhan Wafid Mustafa, S.Tr.Stat, menjelaskan bahwa inflasi nasional masih berada dalam rentang aman, yakni 1,5% hingga 3,5%.
Inflasi yang terkendali menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga, dan tidak ada gejolak ekonomi yang signifikan. Oleh karena itu, narasi Indonesia Gelap sangat bertolak belakang dengan realitas ekonomi kita saat ini, jelas Ramadhan.
Ramadhan juga mengingatkan bahwa aksi yang menyebarkan kepanikan tidak hanya berpotensi memperkeruh situasi tetapi juga mengganggu pembangunan nasional yang tengah berjalan. Ia menegaskan bahwa kondisi sosial ekonomi Indonesia secara umum tetap positif dan layak mendapat dukungan dari seluruh elemen bangsa.
Sementara itu, Wakil Menteri Agama, Dr. Romo HR Muhammad Syafii, turut menyuarakan keprihatinannya atas penyebaran narasi negatif tersebut. Ia menilai, istilah Indonesia Gelap sengaja digunakan sebagai senjata psikologis yang ingin menciptakan opini manipulatif di ruang publik.
Aksi ini harus dihadapi dengan kewaspadaan kolektif. Masyarakat khususnya generasi muda harus menjadi garda terdepan untuk menjaga semangat persatuan dan tidak terprovokasi oleh doktrin-doktrin pemecah belah, tutur Romo.
Menurutnya, aksi provokatif tersebut telah merambah ke jalanan dan menyulut demonstrasi yang tak berdasar. Padahal, jika ditinjau secara objektif, Indonesia sedang menunjukkan kemajuan di banyak sektor, termasuk investasi, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.
Kita perlu cerdas dalam menyikapi informasi. Jangan biarkan semangat kebangsaan kita direduksi oleh opini sesat yang digiring oleh segelintir pihak yang ingin menciptakan kekacauan, tambah Syafii.
Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang, rasional, dan kritis dalam menyaring setiap informasi yang beredar, terutama yang disebarkan oleh kelompok-kelompok yang mengusung narasi Indonesia Gelap. Di sisi lain, pemerintah terus mengedepankan dialog, keterbukaan informasi, dan kerja sama antar-lembaga untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga. Jangan biarkan ketakutan direkayasa merusak kepercayaan publik terhadap kemajuan bangsa.












![Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Aman untuk Diplomasi Internasional dan Peluang Bisnis Denpasar - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang aman dan terbuka bagi diplomasi internasional, sekaligus menjadi mitra bisnis yang menjanjikan melalui penyelenggaraan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku bisnis global untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, mengatakan bahwa kehadiran dan kesiapan TNI-Polri dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, terbuka, dan berkomitmen penuh terhadap hubungan internasional yang dinamis dan saling menguntungkan.
Forum ini bukan hanya sekadar pertemuan diplomatik, tetapi juga menyediakan peluang besar bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi kerja sama di berbagai sektor, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan Pembangunan.
“Kami berharap, dengan adanya pengamanan yang baik dan ketat, para peserta forum dapat fokus pada agenda utama mereka, termasuk penjajakan kerja sama bisnis yang lebih mendalam antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” tambah Fadil.
Fadil menegaskan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul selama acara berlangsung.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis menyatakan bahwa personel dan materiil yang dibutuhkan untuk pengamanan sudah siap di lokasi masing-masing.
Dirinya juga pentingnya dukungan masyarakat Bali dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga stabilitas dan keamanan yang diperlukan untuk kesuksesan acara internasional. Hal ini sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama bisnis di masa depan,” jelas Khairil. []](https://sumselexpres.com/wp-content/uploads/2024/08/images-9-1-148x111.jpeg)