Papua Pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah Papua. Dalam operasi terpadu yang digelar, aparat keamanan berhasil menumpas kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.
Operasi penegakan hukum yang berlangsung hanya selama satu jam, dari pukul 04.00 hingga 05.00 WIT, tersebut menewaskan 18 anggota OPM. Operasi menyasar sejumlah titik rawan, yakni Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba. Keberhasilan ini menunjukkan kesiapan dan ketegasan negara dalam merespons ancaman terhadap kedaulatan serta keselamatan masyarakat Papua.
Operasi ini dilakukan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan keselamatan warga sipil, ujar Kepala Pusat Penerangan, Mayjen Kristomei Sianturi.
Tak hanya menindak pelaku kekerasan, aparat juga mengamankan berbagai barang bukti berupa senjata api, amunisi, busur panah, bendera Bintang Kejora, serta peralatan komunikasi yang kerap digunakan untuk menyebarkan propaganda separatis.
Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian penegakan hukum terhadap kelompok yang selama ini mengganggu ketenteraman masyarakat dan menghambat proses pembangunan di Papua. Pemerintah menegaskan bahwa operasi dilakukan dengan pendekatan profesional dan tetap menghormati hak-hak sipil warga.
Dalam beberapa waktu terakhir, aparat keamanan juga berhasil menumpas salah satu tokoh kunci OPM, Nekison Enumbi alias Bumi Walo Enumbi, dalam operasi di Distrik Ilamburawi, Kabupaten Puncak Jaya. Nekison merupakan pimpinan OPM wilayah Yambi yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi teror mematikan.
Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari upaya pemerintah dalam melindungi rakyat Papua dari ancaman kekerasan dan aksi separatis, kata Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, juru bicara operasi.
Kepala Suku Kampung Sugapa, Melianus Wandegau, turut mengungkapkan apresiasi atas hadirnya negara dalam melindungi masyarakat. Kami dijanjikan kesejahteraan oleh OPM, tapi kenyataannya hanya dijadikan tameng untuk melawan aparat. Kehadiran negara memberi kami harapan dan perlindungan, ungkapnya.
Sementara itu, dapat dipastikan Aparat Gabungan TNI telah berhasil tewaskan 18 orang OPM BUKAN masyarakat sipil atau non kombatan seperti yang di klaim oleh pihak OPM.
Pemerintah melalui pendekatan terpadu keamanan, pembangunan, dan dialog terus berupaya menciptakan Papua yang damai dan sejahtera. Aparat akan tetap bersiaga di titik strategis untuk mengantisipasi potensi ancaman lanjutan, sekaligus menjamin hak masyarakat untuk hidup aman dan damai.
Negara juga membuka pintu bagi anggota kelompok bersenjata yang ingin kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Pendekatan humanis tetap menjadi pijakan utama dalam merangkul seluruh anak bangsa di Papua.












![Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Aman untuk Diplomasi Internasional dan Peluang Bisnis Denpasar - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang aman dan terbuka bagi diplomasi internasional, sekaligus menjadi mitra bisnis yang menjanjikan melalui penyelenggaraan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku bisnis global untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, mengatakan bahwa kehadiran dan kesiapan TNI-Polri dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, terbuka, dan berkomitmen penuh terhadap hubungan internasional yang dinamis dan saling menguntungkan.
Forum ini bukan hanya sekadar pertemuan diplomatik, tetapi juga menyediakan peluang besar bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi kerja sama di berbagai sektor, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan Pembangunan.
“Kami berharap, dengan adanya pengamanan yang baik dan ketat, para peserta forum dapat fokus pada agenda utama mereka, termasuk penjajakan kerja sama bisnis yang lebih mendalam antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” tambah Fadil.
Fadil menegaskan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul selama acara berlangsung.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis menyatakan bahwa personel dan materiil yang dibutuhkan untuk pengamanan sudah siap di lokasi masing-masing.
Dirinya juga pentingnya dukungan masyarakat Bali dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga stabilitas dan keamanan yang diperlukan untuk kesuksesan acara internasional. Hal ini sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama bisnis di masa depan,” jelas Khairil. []](https://sumselexpres.com/wp-content/uploads/2024/08/images-9-1-148x111.jpeg)