Jakarta – Pemerintah terus menggencarkan berbagai program stimulus ekonomi guna menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah tantangan global dan kebutuhan domestik yang meningkat. Program-program tersebut digulirkan hingga Juli 2025, dengan fokus utama pada bantuan transportasi, subsidi upah, bantuan sosial, serta dukungan untuk sektor pendidikan dan ketenagakerjaan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa upaya ini sudah dalam tahap pelaksanaan.
Barusan rapat terkait dengan stimulus ekonomi tadi sudah dilaporkan terkait dengan implementasi diskon transportasi, ujarnya.
Diskon transportasi menjadi salah satu program yang paling cepat dirasakan masyarakat. Tiket kereta api mendapatkan potongan 30%, tiket pesawat mendapat subsidi PPN 6%, dan tiket bus antarkota pun mendapat insentif.
Hal ini diharapkan nanti masih ada satu lagi menjelang anak sekolah, nah ini bisa berjalan, tambah Airlangga.
Selain itu, pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp3,5 juta per bulan.
BSU ini sudah terserap lagi 11,46 juta, sehingga masih ada sisa dari target 17,3 juta, jelas Airlangga.
Stimulus juga menyasar sektor padat karya melalui perpanjangan potongan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). Pemerintah berharap langkah ini mampu menekan biaya operasional perusahaan dan menjaga lapangan kerja tetap aman.
Di bidang perlindungan sosial, pemerintah telah mulai menyalurkan bantuan tunai tambahan sebesar Rp200 ribu per bulan kepada keluarga penerima manfaat.
Penebalan bantuan sosial juga akan segera berjalan karena anggaran belanja sudah diterima, ujar Airlangga.
Distribusi bantuan pangan pun diperkuat, meliputi beras dan bahan pokok lainnya. Sementara itu, bantuan pendidikan disalurkan untuk program PAUD serta sekolah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama.
Penentuan penerima bansos dilakukan berdasarkan data tunggal DTSEN, yang telah diverifikasi oleh berbagai instansi termasuk BPS. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan.
Dari 20,3 juta KPM, ada 16,5 juta yang sudah diverifikasi oleh BPKP. Dari jumlah itu, 14,3 juta berada di desil 1-4 dan sudah mulai disalurkan, ujar Amalia.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih adil, merata, dan tepat sasaran hingga akhir tahun 2025.












![Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Aman untuk Diplomasi Internasional dan Peluang Bisnis Denpasar - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang aman dan terbuka bagi diplomasi internasional, sekaligus menjadi mitra bisnis yang menjanjikan melalui penyelenggaraan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku bisnis global untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, mengatakan bahwa kehadiran dan kesiapan TNI-Polri dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, terbuka, dan berkomitmen penuh terhadap hubungan internasional yang dinamis dan saling menguntungkan.
Forum ini bukan hanya sekadar pertemuan diplomatik, tetapi juga menyediakan peluang besar bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi kerja sama di berbagai sektor, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan Pembangunan.
“Kami berharap, dengan adanya pengamanan yang baik dan ketat, para peserta forum dapat fokus pada agenda utama mereka, termasuk penjajakan kerja sama bisnis yang lebih mendalam antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” tambah Fadil.
Fadil menegaskan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul selama acara berlangsung.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis menyatakan bahwa personel dan materiil yang dibutuhkan untuk pengamanan sudah siap di lokasi masing-masing.
Dirinya juga pentingnya dukungan masyarakat Bali dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga stabilitas dan keamanan yang diperlukan untuk kesuksesan acara internasional. Hal ini sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama bisnis di masa depan,” jelas Khairil. []](https://sumselexpres.com/wp-content/uploads/2024/08/images-9-1-148x111.jpeg)