Ratusan Ribu Warga Telah Manfaatkan Program Pemeriksaan Gratis

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan capaian signifikan. Layanan yang semula terpusat di puskesmas kini diperluas hingga menjangkau sekolah, tempat kerja, serta berbagai institusi lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga awal 2026 lebih dari 4,5 juta masyarakat telah mengikuti program ini. Fokus pemeriksaan mencakup deteksi serta penanganan hipertensi, diabetes, obesitas, dan gangguan kesehatan gigi yang masih banyak ditemukan di berbagai kelompok usia.

banner 336x280

CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) bidang kesehatan yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Namun, pemerintah menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada tahap skrining.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan pentingnya tindak lanjut setelah pemeriksaan.

“Yang penting itu follow up-nya. Setelah cek, kemudian follow up-nya itu yang harus dijaga. Kalau ada yang tensinya tinggi, langsung dikonsultasikan ke poli dan diberikan obat supaya tidak hilang nanti,” ujarnya saat meninjau satu tahun pelaksanaan CKG di Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan.

Data Puskesmas Kecamatan Cilandak sepanjang 2025 mencatat dari 81.573 peserta yang diperiksa, sekitar 17,05 persen atau 13.908 orang membutuhkan tindakan medis langsung.

Sementara 1,85 persen atau lebih dari 1.500 kasus dirujuk ke rumah sakit. Artinya, hampir 19 persen hasil skrining memerlukan intervensi segera.

Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Rizka Andalusia, memastikan sistem CKG kini dirancang agar tidak ada kasus terlewat.

“CKG bukan hanya menemukan kasus, tetapi juga melakukan tata laksana lanjutan dari hasil CKG. Jadi ini bukan sekadar deteksi, melainkan benar-benar perawatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan langsung diberikan untuk hipertensi dan diabetes di puskesmas, sementara kasus kritis seperti kekurangan enzim pada bayi atau penyakit jantung bawaan segera dirujuk.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan tujuan utama program ini adalah mencegah keterlambatan pengobatan.

“Yang paling penting sekarang, cek kesehatan gratis itu bukan hanya dicek, tapi juga diobati. Kalau tekanan darahnya normal tidak perlu diobati, tapi kalau tinggi harus diobati. Gula darah juga sama, kalau tinggi harus langsung diobati,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali.

“Cek kesehatan gratis itu harus dilakukan setiap tahun sekali. Apalagi kalau sudah punya darah tinggi atau gula, itu wajib rutin,” tegasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.