Bali – Indonesia tuan rumah event internasional High Level Forum on Multistakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia-Africa Forum (IAF) II di Bali. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memprioritaskan langkah-langkah pencegahan terhadap potensi penyebaran wabah monkeypox.
DPR RI bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan otoritas setempat, untuk memastikan pengamanan kesehatan selama forum internasional ini berlangsung.
Langkah-langkah yang diambil meliputi peningkatan kesadaran publik, penyediaan fasilitas kesehatan darurat, serta koordinasi dengan lembaga internasional guna mengantisipasi segala kemungkinan penyebaran virus di tengah acara yang akan dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara.Hal tersebut dikatakan diktakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Puan Maharani.
“Saya dengar pemerintah sudah mengantisipasi wabah monkeypox. Jadi, kami akan bersinergi untuk pencegahannya dan antisipasinya,” ujar Puan.
Pelaksanaan Indonesia-Africa Forum II diyakini akan semakin memperkuat kemitraan bisnis dengan negara-negara Afrika dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada.
Indonesia mengundang para investor dan pelaku bisnis dari berbagai sektor untuk melihat potensi besar yang ditawarkan oleh forum ini, sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra bisnis yang aman dan menjanjikan di kawasan Asia Tenggara dan dunia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka, membahas penanganan cacar monyet atau mpox.
Jokowi memberikan atensi terkait penanganan mpox. Ia meminta jajarannya meningkatkan kewaspadaan terkait penyakit tersebut.
“Saya minta agar semua pihak betul-betul waspada terhadap penyebaran wabah Mpox ini,” tegasnya, dikutip dari setkab.go.id.
Presiden berharap penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum (IAF) di Bali dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang nyata.
Suksesnya penyelenggaraan HLF MSP dan IAF 2024 tidak dapat dilepaskan dari upaya Indonesia untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045. Dengan menjadi tuan rumah HLF MSP dan IAF, kebijakan-kebijakan yang dihasilkan dari forum ini dapat mencerminkan kebutuhan dan harapan, serta dapat diimplementasikan secara efektif untuk mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.[]












![Indonesia Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Aman untuk Diplomasi Internasional dan Peluang Bisnis Denpasar - Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara yang aman dan terbuka bagi diplomasi internasional, sekaligus menjadi mitra bisnis yang menjanjikan melalui penyelenggaraan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) dan Indonesia Africa Forum (IAF) ke-2 di Bali.
Acara ini menjadi ajang penting bagi pelaku bisnis global untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor strategis.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri, Komisaris Jenderal Polisi Mohammad Fadil Imran, mengatakan bahwa kehadiran dan kesiapan TNI-Polri dalam forum ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang aman, terbuka, dan berkomitmen penuh terhadap hubungan internasional yang dinamis dan saling menguntungkan.
Forum ini bukan hanya sekadar pertemuan diplomatik, tetapi juga menyediakan peluang besar bagi pelaku bisnis dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk mengeksplorasi kerja sama di berbagai sektor, seperti transformasi ekonomi, energi, pertambangan, ketahanan pangan, kesehatan, dan Pembangunan.
“Kami berharap, dengan adanya pengamanan yang baik dan ketat, para peserta forum dapat fokus pada agenda utama mereka, termasuk penjajakan kerja sama bisnis yang lebih mendalam antara Indonesia dan negara-negara Afrika,” tambah Fadil.
Fadil menegaskan bahwa TNI dan Polri telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi berbagai potensi risiko yang mungkin timbul selama acara berlangsung.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsekal Madya M. Khairil Lubis menyatakan bahwa personel dan materiil yang dibutuhkan untuk pengamanan sudah siap di lokasi masing-masing.
Dirinya juga pentingnya dukungan masyarakat Bali dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan selama acara berlangsung.
“Bali tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga stabilitas dan keamanan yang diperlukan untuk kesuksesan acara internasional. Hal ini sangat penting untuk menarik lebih banyak investasi dan kerja sama bisnis di masa depan,” jelas Khairil. []](https://sumselexpres.com/wp-content/uploads/2024/08/images-9-1-148x111.jpeg)
