Diplomasi Produktif di Abu Dhabi: Prabowo–MBZ Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis Indonesia–UEA

oleh -17 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: Ardiansyah Mahendra

Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Uni Emirat Arab (UEA) pada 26 Februari 2026 menandai babak baru hubungan bilateral yang semakin konkret dan berorientasi hasil. Dalam momentum 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, tidak sekadar mempertegas kedekatan personal kedua pemimpin, tetapi juga menghasilkan kesepahaman strategis di berbagai sektor prioritas.

banner 336x280

Setibanya di Abu Dhabi usai menyelesaikan agenda di Yordania, Presiden Prabowo langsung memasuki rangkaian pertemuan bilateral. Penyambutan hangat MBZ di taman terbuka istana menghadirkan suasana akrab yang mencerminkan kedalaman relasi kedua negara. Formasi dialog melingkar antara delegasi Indonesia dan UEA menunjukkan pendekatan setara dan terbuka dalam membahas isu-isu strategis.

Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa. Kehadiran jajaran tersebut mengindikasikan luasnya cakupan kerja sama yang dibahas, mulai dari energi dan investasi hingga sektor pertahanan dan industri strategis.

Dalam pertemuan yang diperluas (expanded meeting), kedua pemimpin sepakat memperdalam kolaborasi di sektor energi, infrastruktur, dan investasi masa depan. Pemerintah Indonesia memandang UEA sebagai mitra penting dalam mendukung agenda transisi energi dan hilirisasi sumber daya alam. Dalam sejumlah pernyataan resmi, Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia membuka peluang seluas-luasnya bagi investasi yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Sejalan dengan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kerja sama energi diarahkan pada pengembangan energi baru dan terbarukan serta proyek-proyek strategis berbasis keberlanjutan. Menurutnya, kemitraan dengan UEA memiliki potensi besar karena negara tersebut memiliki pengalaman dan kapasitas teknologi di sektor energi global. Ia menilai sinergi ini dapat mempercepat transformasi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Di sektor investasi, pemerintah melihat kesinambungan komitmen UEA terhadap proyek-proyek prioritas nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, UEA tercatat sebagai salah satu investor signifikan di Indonesia, terutama pada sektor infrastruktur dan kawasan ekonomi. Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa investasi yang masuk harus mendukung industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing nasional. Dalam konteks kunjungan ini, kedua negara membahas perluasan investasi bernilai tambah, termasuk peluang kolaborasi industri strategis dan pengembangan kawasan ekonomi.

Momentum Ramadan turut memberi warna dalam diplomasi kedua negara. Rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan iftar bersama dalam suasana khidmat. Presiden Prabowo juga melaksanakan salat magrib berjemaah bersama rombongan. Simbol kebersamaan tersebut memperkuat pesan bahwa hubungan Indonesia–UEA dibangun tidak hanya di atas kepentingan ekonomi, tetapi juga nilai persaudaraan dan saling menghormati.

Kunjungan ke UEA ini juga tidak dapat dipisahkan dari rangkaian diplomasi Timur Tengah yang dilakukan Presiden Prabowo, termasuk pertemuan sebelumnya dengan Raja Abdullah II di Amman, Amman. Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, salah satu poin penting yang dibahas adalah dukungan Yordania terhadap rencana Indonesia untuk berpartisipasi dalam Pasukan Stabilisasi Internasional bagi Gaza. Ia menyampaikan bahwa Yordania pada prinsipnya siap memberikan dukungan ketika Indonesia mengirimkan pasukan dalam kerangka tersebut.

Sugiono juga menguraikan bahwa pembahasan mencakup aspek teknis militer dan tindak lanjut kerja sama yang sebelumnya telah dibicarakan saat kunjungan Raja Abdullah II ke Jakarta. Ia menilai komunikasi intensif antarnegara di kawasan menjadi bagian penting dalam merumuskan kontribusi Indonesia terhadap stabilitas regional.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa posisi Yordania sangat strategis sebagai salah satu pintu masuk jalur bantuan kemanusiaan menuju Gaza, baik melalui darat, laut, maupun udara. Menurutnya, pembahasan ini merupakan tindak lanjut dari dinamika komunikasi negara-negara Timur Tengah, termasuk hasil rapat perdana Board of Peace (BoP) yang melibatkan Arab Saudi, UEA, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan sejumlah negara lain.

Rangkaian diplomasi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya berfokus pada kerja sama ekonomi, tetapi juga memainkan peran aktif dalam isu stabilitas dan kemanusiaan kawasan. Dalam konteks ini, kunjungan ke UEA mempertegas posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki dimensi ekonomi sekaligus geopolitik.

Tahun 2026 yang menandai setengah abad hubungan diplomatik Indonesia–UEA menjadi fondasi simbolik sekaligus strategis. Selama lima dekade, relasi kedua negara berkembang dari hubungan diplomatik konvensional menjadi kemitraan komprehensif. Kini, di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dan UEA melihat peluang untuk meningkatkan kolaborasi ke tahap yang lebih progresif.

Bagi Indonesia, kerja sama ini menghadirkan manfaat strategis berupa penguatan investasi pada proyek prioritas, transfer teknologi di sektor energi dan infrastruktur, serta perluasan jejaring diplomasi ekonomi di kawasan Teluk. Bagi UEA, Indonesia menawarkan pasar besar, stabilitas politik, dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan.

Dengan serangkaian kesepahaman yang dicapai, suasana persaudaraan yang hangat, serta komitmen konkret pada sektor energi dan investasi, kunjungan Presiden Prabowo ke Abu Dhabi menegaskan bahwa hubungan Indonesia–UEA bergerak maju secara substantif. Implementasi dari berbagai kesepakatan tersebut kini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memastikan diplomasi produktif ini benar-benar bermuara pada kesejahteraan rakyat kedua negara.

*) Analis Hubungan Internasional dan Diplomasi Ekonomi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.