Investasi 2027 Didorong Perkuat Hilirisasi dan Industri Lokal

oleh -3 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Peningkatan investasi pada 2027 diharapkan tidak hanya mengejar pencapaian target nilai investasi, tetapi juga mampu memperkuat hilirisasi, industri lokal, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. Arah investasi dinilai penting agar pertumbuhan modal baru memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional dan daerah.

Ekonom Senior Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan realisasi investasi menunjukkan tren positif dan berpeluang mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Pada 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp1.010 triliun atau sekitar 49,5 persen dari target. Sementara target investasi pada 2027 mencapai Rp2.322 triliun.

banner 336x280

“Kalau kita berbicara target, memang selama lima hingga delapan tahun terakhir, targetnya selalu tercapai. Kita melihat angkanya tahun 2026, investasi sudah terjadi sebesar Rp1.010 triliun. Artinya itu 49,5 persen dari target, yang menurut saya akhir tahun mendekati lebih 100 persen. Sangat tinggi potensinya itu. 2027, Rp2.322 triliun, ini juga akan tercapai,” kata Wijayanto.

Menurut dia, investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena menghasilkan output sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru. Dampaknya akan lebih besar apabila investasi masuk ke sektor yang memiliki rantai pasok panjang, menyerap tenaga kerja, menghasilkan nilai tambah, serta meningkatkan penerimaan negara.

Karena itu, investasi dinilai perlu diarahkan untuk menggerakkan industri lokal dan UMKM. Sektor manufaktur, perikanan, dan sektor produktif lainnya tidak hanya diharapkan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Wijayanto juga menilai proses hilirisasi perlu dilanjutkan hingga menghasilkan produk jadi. Menurut dia, pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi belum cukup untuk memaksimalkan nilai tambah di dalam negeri.

“Hilirisasi ini hal yang sangat bagus. Hilirisasi harus ditekan ke bawah sampai betul-betul ke hilir, sampai produk jadi. Jangan hanya bikin produk olahan nikel, ekspor nikel yang sudah diproses, tetapi impor baterai. Kalau bisa memproduksi mobil dan motor listrik, kemudian akan terus bergerak ke hilir,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendalaman hilirisasi membutuhkan proses panjang dan perlu berjalan paralel dengan penguatan industri manufaktur. Sektor seperti tekstil, alas kaki, elektronik, furnitur, dan agroindustri dinilai tetap perlu mendapat perhatian.

Selain industri, Wijayanto menyebut pariwisata sebagai sektor yang berpotensi mendorong ekonomi lokal dan ekonomi kerakyatan. Menurut dia, pengembangan sektor tersebut perlu diperkuat karena memiliki keterkaitan dengan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Dari sisi penerimaan negara, ia menjelaskan sektor pertambangan memberikan kontribusi melalui royalti, pajak korporasi, pajak penghasilan pekerja, hingga pajak ekspor. Karena itu, perbaikan tata kelola dinilai diperlukan untuk memastikan penerimaan negara dari aktivitas investasi dapat dioptimalkan dan meminimalkan potensi kebocoran.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.